UPADATEKU.com, JAMBI – Seluruh umat Kristiani menjalankan perayaan besar mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah. Jumat Agung yang jatuh pada tanggal 7 April 2023 adalah hari peringatan sengsara dari peyaliban Yesus Kristus di bukit Golgota. Dalam kalender masehi, Jumat Agung selalu dirayakan setiap hari jumat sebelum minggu Paskah.
Gereja Santa Theresia Jambi melaksanakan dua sesi ibadat Jumat Agung secara offline dan online, online disiarkan pada laman facebook Komsosdok Santa Teresia Jambi.
Baca Juga : Enam Ribu lebih Pegawai Non-ASN Pemkot Jambi Terima Tambahan Jasa Kerja
Umat Katolik yang melaksanakan Misa Jumat Agung, dalam rangka memperingati kematian Yesus Kristus di atas kayu salib terlihat membludak hingga di luar ruangan, dikarenakan antusias mengikuti ibadah Tri hari suci ini, Jumat (7/4/2023) sore, diketahui ibadah sesi pertama dimulai pada pukul 14.00 WIB.
Meskipun membludaknya umat yang mengikuti perayaan Jumat Agung, panitia sudah mengantisipasinya, panitia pun menggunakan Gedung Serba Guna Paroki di bagian belakang Gereja.
Baca Juga : KPK Undang Ketua KAD Jambi Nasroel Yasier Dialog Publik pada Hakordia 2022 di Jakarta
Dalam perayaan Misa Jumat Agung ini, ada dua perayaan Misa, di dua Gereja dalam Paroki Santa Theresia Jambi, untuk di Gereja Santa Theresia sendiri dibagi dua kali Misa Jumat Agung yang dimulai pertama pada pukul 14.00 wib dan pukul 18.00 wib, sedangkan di Gereja Santa Maria Ratu Rosario Selincah hanya satu kali misa yakni dimulai pada pukul 15.00 wib.
“Memang panitia selalu mengantisipasi lonjakan umat dari luar daerah, terbukti beberapa orang yang mengkonfirmasi kehadiran dari luar daerah,” kata salah satu Panitia.
Baca Juga : Berpose Tidak Senonoh di Kawasan Suci Bali, Wisatawan Asing Asal Rusia di Deportasi
Bisa dikatakan Misa Jumat Agung merupakan perayaan penghormatan salib,yang mana Yesus Kristus mengalami suatu kisah sengsara yang luar biasa kemudian di salibkan, dalam perayaan ini durasinya lebih panjang dari perayaan biasanya.
Dalam perayaan misa Jumat Agung di Gereja Santa Theresia Jambi dipimpin oleh Romo Hadrianus Wardjito Scj. Dalam khotbanya Romo Hadrianus Wardjito Scj menyampaikan akan pentingnya keteguhan iman, jangan selalu berubah-ubah dalam sikap hidup, diumpamakan seperti Petrus yang awal mulanya dihadapan Yesus dia akan selalu membela dan mau merasakan susah senang bersama Yesus, tetapi setelah Yesus ditangkap dan diadili serta disiksa, ada yang bertanya bahwa “Dia muridnya” tetapi Petrus menyangkal Yesus sampai tiga kali sampai ayam berkokok.
Baca Juga : Lingkungan Hidup Kita Dari Cara Pandang ”Ajaran Sosial Gereja Katolik ”(ASGK)
Romo Hadrianus Wardjito Scj yang terkenal dengan intonasi suara yang nyetrik pun menambahkan dalam khotbanya bahwa Yesus merupakan wujud dari semua orang, Yesus tidak menunjukan dia dari mana, suku mana, ras mana, Yesus perwujudan dari semua manusia.
Sebelumnya Paroki Santa Theresia Jambi telah mengeluarkan pengumuman bahwa Tahun 2023 ini adalah masa transisi dari pandemi menjadi endemic covid 19. Dengan demikian umat Santa Theresia Jambi diberi kebebasan sikap/tata cara dalam memberikan penghormatan salib dalam ibadah jumat agung di gereja-gereja dalam Paroki Santa Teresia Jambi.
Umat diperbolehkan :
1. Bersujud dan mencium atau mengecup salib atau,
2. Bersujud dan menundukan kepala di depan salib atau,
3. Berdiri dengan sikap hormat dan menundukan kepala di depan salib.
(*)







Discussion about this post