Kota Jambi.Updateku.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bakal membuat strategi atau alternatif khusus untuk mencari jalan keluar mengatasi kendaraan truk yang masih mengantri untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) berjenis solar di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) yang berada didalam Kota Jambi.
Baca Juga : 9 Perusahaan Pengekspor Minyak Goreng di Laporkan MAKI Ke KPPU
Menyikapi perihal kendaraan truk yang masih mengantri untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM)di dalam Kota Jambi, Pemerintah Kota Jambi bersama Dewan Perwakilan Rakyat kah (DPRD) kota Jambi, Kejati Jambi, Dinas Perhubungan (Dishub), pihak SPBU, SKK Migas mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) guna pemecahan untuk masalah solar yang ada di kota Jambi.
Rakor yang diadakan, langsung dipimpin Wali Kota Jambi Syarif Fasha, dari DPRD ikut hadir Wakil ketua II DPRD kota, Nully Kurniasih yang pelaksanaannya di Aula BKPSDMD pada Kamis (31/1).
Baca Juga : Bupati Sikka Jalin Kerja Sama Bidang Ekonomi Dengan Pemkot Surabaya
Rakor yang telah diselenggarakan menghasilkan bahwa Wali Kota Jambi akan menginstruksikan agar truk-truk batu bara, CPO dan hasil angkutan perkebunan dilarang mengisi BBM di SPBU dalam Kota Jambi dan berlaku mulai besok, 1 April 2022.
Baca Juga : Wagub Abdullah Sani Ajak Melestarikan Budaya dan Adat Istiadat Prov. Jambi
“Truk-truk yang dimaksud dapat mengisi BBM di lima SPBU yang berada di Jalan Lingkar Barat dan Lingkar Timur Kota Jambi” jelas Fasha agar mengantisipasi kemacetan,.
Selanjutnya Fasha menjelaskan SPBU yang di perbolehkan yaktu SPBU Bagan Pete, Paal X, Talang Bakung, Simpang Gado-Gado dan Lingkar Selatan, ini berlaku mulai besok, 1 April.
Baca Juga : Al Haris Mengajak Komponen Masyarakat Bersama FKDM dan FKPT Wujudkan Kondisi Aman dan Kondusif
Dalam penegasannya Fasha juga menyampaikan apabila dari lima SPBU tersebut tidak melayani, maka akan diberikan sanksi baik ringan sampai berat yakni pencabutan izin usaha dan operasional dan juga kelima SPBU yang telah ditetapkan nantinya akan beroperasi 24 jam untuk transaksi penjualan BBM solar, dan akan ditambah pasokan Solar oleh Pertamina.
Instruksi Walikota diberlakukan agar untuk bias kita bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat ini di tengah masyarakat jelas Nully Kurniasih selaku legislatif.
Baca Juga : Ketum JMSI Bacakan Deklarasi Natuna, Didampingi Gubernur Kepri
Nully Kurniasih menilai berapapum solar yang dipasok tidak akan mampu terpenuhi apabila ada oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyalahgunakan penggunaan Solar, maka dari itu saya harap semua pihak saling berkerjasama , Pertamina, SKK Migas, TNI Polri untuk melakukan pengawasan penyaluran dan pendistribusian Solar.
Baca Juga : Gubernur Jambi Al Haris : Gernas BBI Dapat Mendorong Ekonomi Masyarakat
(red).







Discussion about this post