UPDATEKU.com – (1) Kita kenal Suku Anak Dalam alias SANAK ee ternyata ada di antara Suku Anak Luar alias SAPEN (istilah sinisku), alias Suku Anak Pendatang. Kedua kelompok ini ada di alam miriad keberagaman yang tidak berujung, yang semakin meyakinkan semboyan berbangsa-bernegara NKRI, “Bhineka Tunggal Ika.”
(2) Namanya juga “hidup bersama di suatu teritori yang sama”, sebutlah Propinsi Jambi. Dan “sharing” dengan/pada taraf peradaban yang simbiosis: yang satu memang “mesti” BERBURU & MERAMU, karena itulah cara hidupnya; yang satunya “suka” BERBURU & MERAMU. Oih, menjadi beda tipislah antara nuansa mesti dan suka, ketika obyek dan perilaku dari kedua kelompok ini semakin mirip.
(3) Babi liar, kura-kura, biawak, ikan dengan semua jenisnya…diincar, dikejar, diburu, dipancing, dijerat, dibedhil….; pohon, kayu, daun, madu, …dijarah ludes. Peradaban dua kelompok ini semakin matching dan sama-sama menjadi momok bin ancaman lingkungan yang tak kenal reklamasi. Yang satu berpegang pada hukum alam dan kerifan warisan nenek moyang, yang satu maju-terus di dorong oleh alasan “hobby”.
(4) Yang satu jauh dari melek huruf; yang lain ber-KaTePe-kan pelajar bahkan sarjana. Yang satu berpakaian jauh dari elegant bin mentereng; yang satu semakin lazim dengan celana pendek yang tak kenal merangsang. Oih, sungguh oih. (Tidak perlu saya beri ilustrasi foto, karena jelas maksudnya).
(5) Masih ada kategorisasi Suku “lain” lagi yang “nomadik” dengan peradaban yang “mescholantik” alias campuran yang tidak karuan. Apa itu? Suku Vespa Ekstrem alias SUVEK (baca “Suwek”).
[Hadrianus Wardjito SCJ, yang lagi sinis, Jambi 14/8/2023]
Aku senang dgn ” sinisisme” romo Hans Wardjito yg terinpirasi Laudato Si..ini mesti berlaku untuk Rm Jendral Pur..ktk kujungi titik nol IKN..di patok biru titik heksagonal itu, mesti ditanyakan..bgmn titik temu…kota modern dgn manusia pendatang eks jakarta ..dgn suku2 Paser dan Punan serta hutan yg sdh jadi lahan tanaman industri. Bila Gereja ikut hadir di IKN apa yg akan disumbangkan terhadap clash of civilaization tsb? Laudato Si mengisyaratan perlunya care sosoal dan ekologial, bgmn itu sdh harus mulai dilakukan..dan tk boleh terlambat..?
Penulis Hadrianus Wardjito SCJ







Discussion about this post