Cimahi – Updateku. com-Narkoba sudah menyusup masuk ke seluruh lapisan masyarakat. Penyebarannya tidak memandang usia, jenis kelamin, latar belakang sosial dan ekonomi. Hal tersebut diungkapkan oleh Plh.Walikota Kota Cimahi, Maria Fitriana, S. Sos. MM dalam sambutannya, ketika memperingari Hari Anti Narkota Internasional ((HANI) tahun 2023, di Aula Pemerintah Kota Cimahi, Selasa (26/6). Ia sekaligus memperingati warganya akan bahaya narkoba dan memeranginya.
Pernyataan itu, diperkuat lagi oleh laporan Badan Narkotika Nasional yang mencatat banyak nyawa hilang akibat keganasan Narkotika. Dimana 30-40 orang meninggal perhari karena Narkoba. Survei pun membuktikan bahwa penyalahgunaan Narkoba di Indonesia meningkat dari 1,8 persen ( 3.419.188 jiwa) menjadi 1,95 persen (3.662.646 jiwa). Selain itu, ada juga survei tahun 2019 secara spesifik menunjukkan propinsi Jawa Barat adalah wilayah dengan penyalahgunaan narkoba jarum suntik terbanyak yaitu 20 persen (13.608 jiwa).
Begitupun UNODC dalam laporan yang dirilisnya tanggal 21 juni 2021 menyebut secara global bahwa pengguna Narkoba diperkirakan akan meningkat 11 persen sampai 2030.
Menyikapi hal itu, pemerintah melalui Intruksi Presiden No 2. Tahun 2020 tentang rencana aksi harian P4GN tahun 2020-2024 bahwa dalam menjawab tantangan terhadap penyalahgunaan narkoba seluruh komponen rakyat Indonesia harus bersama-sama menguatkan sinergi baik dari pihak pemerintah, pihak pendidik, pihak swasta dan juga masyarakat bersatu padu melakukan aksi melawan narkoba, tukas Ketua BNNK Kota Cimahi, Yulius Amra SH, disela sela acara tersebut.
Diungkapkannya Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2023 yang kita peringati hari ini. Bukan sekedar seremonial belaka tetapi merupakan hari peringatan oleh seluruh bangsa didunia sebagai wujud kepedulian, keprihatinan untuk memberikan dukungan, motivasi untuk para korban penyalaguna narkoba untuk dapat bangkit sehingga dapat pulih dan produktif. Hidup lebih baik dan manusiawi, sekaligus wujud perlawanan seluruh pihak dalam bersinergi menuju negara kita yang bersih dari narkoba.

“Apabila kita tidak segera mengantisipasinya dan menjalani program sebagimana yang diistruksikan pemerintah. Secara pasti penyebaran narkoba pasti akan makin masif. Apa lagi Indonesia dilihat dari kondisi secara demografis, termasuk negara yang rawan menjadi penyebaran narkoba karena dekat dengan kawasan Golden Triangle (Myanmar, Laos dan Thailand) yang merupakan kawasan dengan penghasilan emas Hitam terbanyak di Asia. Emas Hitam tersebut adalah opium yang menjadi bahan baku alami pembuatan narkoba. Hal itu jangan sampai menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia, terutama Kota Cimahi yang kita cintai ini,” ungkapnya.
Selain Forkopinda,hadir juga duta duta sekolah (10 orang)yang terpilih mewakili sekolah sekota cimahi hari ini. Mereka diharapkan bisa mengedukasi teman temannya, generasi muda, generasi penerus bangsa akan bahaya narkoba. “jangan pernah mencoba coba”.Apabila dicoba akan sangat berbahaya buat masa depan, imbuh Yulius dengan wajah senyum atas keberhasilannya dalam melibatkan sekolah dan program kelurahan bersinar yang di hampir semua kelurahan se-Kota cimahi.
Ditegaskannya HANI yang kita peringatin merupakan bentuk keperihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial ekonomi serta keamanan dan kedamaian dunia.
Untuk itu, pihaknya berharap dan mengajak segenap unsur masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba. Setiap unsur masyarakat bisa saling berkontribusi berperan menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba, mewujudkan generasi emas dan mewujudkan Kota Cimahi yang bersih dan bebas dari Narkoba, ungkapnya didampingi Kasubag Umum BNNK Cimahi, Ahmad Nukman Ginanjar S. E, M. AK. (Sinto)







Discussion about this post