UPDATEKU.com – Seni adalah sesuatu yang menghasilkan keindahan dan kesenangan melalui ekspresi jiwa manusia yang dituangkan melalui media seni dalam bentuk karya seni. Sedangkan budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah” yang berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan akal dan budi manusia.
Baca Juga : Gubernur Jambi Al Haris Terima Rekomendasi LKPJ Tahun 2022, Akan Segera Lakukan Evaluasi
Kesenian dalam perwujudan merupakan karya yang memiliki nilai estetika tinggi seperti tarian tradisional, seni lukis tradisional, olah raga tradisional, dan beberapa seni tradisi lain sudah jarang diminati.
Arus globalisasi telah banyak merubah pola pikir dan pandangan generasi muda Indonesia terhadap nilai-nilai seni tradisional.
Baca Juga : Polda Jambi Sesalkan Kejadian Pengeroyokan yang Dilakukan Oknum Personel Brimob Polda Jambi
Yang semula seni tradisi dijadikan kebanggaan bangsa, kini telah berubah menjadi sesuatu yang tak bernilai lagi. Banyak generasi muda Indonesia yang salah dalam menyerap arti globalisasi, mereka lebih mengarah dan terpengaruh dengan “westernisasi”.
Hanya sedikit orang yang masih mempertahankan seni tradisi dengan tujuan agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman. Fenomena ini sebenarnya bukan semata-mata kesalahan dari kemajuan zaman, tetapi lebih cenderung pada ketidaksiapan generasi menerima kemajuan.Kemajuan yang salah arti dan berakibat terbunuhnya jati diri kebudayaan.
Baca Juga : Wagub Jambi Resmi Buka MTQ Ke-19 Tingkat Kabupaten Tebo, Ajak Masyarakat Muliakan Ahli Alqur’an
Kebudayaan bangsa sendiri yang tersingkir dan tergantikan dengan budaya luar, belum tentu sesuai dengan kepribadian bangsa, ditambah dengan Kemajuan teknologi informasi juga memberi peluang bangsa lain untuk “menyuntikkan” budayanya pada bangsa ini.
Salah satu tokoh pemerhati seni dan budaya, khususnya seni budaya Sikka, Maumere, Tarsisius Tapo. Yang akrab disapa Tarsi, memberikan pandangannya perihal perkembangan seni dan budaya di era saat ini, Tarsi mengungkapkan bahwa kesenian (tradisi) tidak akan ditinggalkan masyarakat termasuk generasi milenial. Meski disadari bahwa anak muda memiliki keunikan dan berbeda-beda di setiap zaman. Mudah berubah, tergantung pada dinamika ruang, waktu, dan situasi tertentu.
Baca Juga : Kasus Pengeroyokan Seorang Mahasiswa Kembali Terjadi di Jambi oleh 6 Anggota Brimob
“Kita seharusnya mengontruksi mereka. Generasi masa depan itu ada di tangan orang yang sudah melakukan. Jika dilepas maka lepaslah,” ujarnya Tarsi, di Jakarta saat dihubungi via telpon, Minggu (7/5).
Tarsi merespon tentang isu budaya (seni tradisi) yang dikhawatirkan meredup. Seni tradisi tidak lagi menjadi perbincangan menarik. Atau bahkan lepas dari perhatian wacana sosial. Khususnya persepsi generasi millenials, yang jaraknya relatif jauh dari era awal munculnya peradaban budaya Nusantara.
“Kesenian (tradisi) ataupun budaya daerah tidak akan ditinggalkan masyarakat. Ada ikatan nilai. Masyarakat mewarisi budaya itu sebagai alat komunikasi. Bahannya etnik itu. Sedikit banyak akan terus berkembang, berkesinambungan, dengan materi yang dapat berubah, namun nilainya (etika) tidak,” lanjut Tarsi optimistis.
Baca Juga : Jalan Lingkar Barat Depan PT. Carpotama Lubang Banyak Makan Korban
Tarsi juga berharap para pegiat seni dan budaya didorong untuk memanfaatkan program pendanaan dari pemerintah, seperti Dana Indonesiana dan Fasilitasi Bidang Kebudayaan, untuk kegiatan seni budaya. Hal ini diharapkan membuat upaya pemajuan kebudayaan berkelanjutan. Yang jelasnya setiap perkumpulan yang seni dan budaya hendaknya diurus secara legal standing administrasinya, baik itu dicatatkan di akta notaris, kesbangpol daerah, SKT Kemendagri, dan lengkap secara Hukum administrasi, sehingga kedepannya apabila ada bantuan- bantuan dari Pemerintah, perkumpulan tersebut dapat diakomodir oleh Pemerintah.
Baca Juga : Gubernur Jambi Al Haris sambut Kedatangan Komisi VII DPR RI dalam Agenda Kunjungan Kerja Reses
”Yang saya ketahui untuk di Provinsi Jambi ada perkumpulan Bintang Timur Indonesia, yang mana anggotanya merupakan masyarakat Jambi tetapi berasal dari Indonesia Timur , itu secara administrasinya sangat lengkap, mulai akta Notarisnya, Kemenkumham, Surat Keterangan Terdaftar dari Kementerian Dalam Negeri RI, Kesbangpol dan NPWPnya pun ada, saya pernah cek, pengurusnya pun sering diskusi bersama saya di Jakarta” tutup Tarsi.







Discussion about this post