Updateku.com- Cimahi – Sekolah Menengah Atas Negeri atau SMAN 2 Cimahi terus bergerak demi memupuk nilai-nilai luhur bangsa yang sudah berkembang sejak masa lampau. Penanaman nilai-nilai Pancasila itu, dilaksanakan melalui perhelatan akbar Centauri Fest yang digelar SMAN 2 Cimahi, di halaman sekolah, dijalan KPAD Sriwijaya IX No 45 A, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi tengah, Kota Cimahi,Jawa Barat, Sabtu (21/1)
Ketua Panitia Uus Suhara, M. Pd mengungkapkan kemeriahan acara yang berlangsung hari ini, bukan tanpa aral melintang, anak anak sejak awal, di tantang, diajak gotong royong, bekerja sama secara sukarela, kerja keras dan saling membantu demi sukses perhelatan akbar yang digelar tiap dua tahunan itu.
Selanjutnya, Kepala SMAN 2 Cimahi Drs. Doddy Sularto, MM menyatakan nilai pancasila yang sudah bertumbuh sejak masa lampau,karena mereka (para pendahulu) menyadari kelemahan nya masing-masing dan karena itu merasa saling membutuhkan satu sama lain.
“Wujud gotong royong ,seperti berburu, mengerjakan lahan, membangun tempat tinggal secara bersama-sama seolah bertumbuh dan mengakar dalam setiap gerak langkah anak -anak SMAN 2 Cimahi hari ini, didalam menggelar sebuah event besar mereka. Meskipun berat.Toh, mereka akhirnya berhasil meramu sebuah acara yang besar,” ungkap Doddy.
Ia juga memperkenalkan ruangan podcast yang baru diresmikan di sekolah ini. “Walaupun bukan sebagai sekolah penggerak ,namun kami berhasil menerapkan kurikulum merdeka belajar, melalui Centauri Fest dan festival budaya sekaligus panen raya,projek penguatan profil pelajar pancasila (P5),” tukasnya.
Ia menyatakan Soekarno pada akhir pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945 mengatakan, ‘kita mendirikan negara Indonesia, kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua, Indonesia buat Indonesia, gotong royong menggambarkan suatu usaha, satu amal, satu pekerjaan.
Demikian pun, lanjutnya, arah dasar konsep pendidikan merdeka belajar di SMAN 2 Cimahi sesi kedua secara jelas sekaligus mempertegas bahwa rasa nasionalisme dan kearifan lokal tidak dapat dipisahkan.
“Dalam situasi dan kondisi yang serba terbatas, kami telah berusaha mempersiapkan acara ini, kami para guru baru mempersiapkan sejak tiga bulan yang lalu, sementara anak -anak sudah mempersiapkannnya sejak enam bulan sebelumnya,” jelasnya.
Ketua KCD wilayah VII, Dr, Firman Oktora disela sela membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kreativitas yang ditunjukkan SMAN 2 Cimahi.
Ia berpesan, ada hal yang mestinya harus dilalui sebagai generasi penerus, Pertama, harus selalu bersyukur atas apa yang telah kita dapat hari ini. Kedua belajar, dimanapun kita berada, kapanpun. Karena hal hal baru akan terus kita dapatkan. ketiga, kehadiran kita harus dapat bermanfaat bagi orang lain.
Hadir dalam acara dan ikut menyaksikan kearifan lokal yang digelar kelas X, berkolaborasi dengan anak anak OSIS dalam acara Santauri Fest, Bapak Ketua KCD Wilayah VII, Dr. Firman Oktora, Kepala Sekolah SMAN 2 Cimahi, Drs. Dody Sularto, para kepala sekolah wilayah VII Bandung, Cimahi, baik Negeri maupun Swasta, bapak ibu guru, Ketua Komite, serta tamu undangan, seperti para artis yang ikut menyemarakan acara tersebut. (Sinto)







Discussion about this post