Updateku.com- Cimahi- Dalam mengantisipasi maraknya pengguna dan korban narkotika, tak cukup hanya say no to drugs. Harus ada gerakan pasti.
Pernyataan itu disampaikan Drs. Anas Saefudin, M. Si, dihadapan para insan media kudipenghujung tahun 2022,tepatnya kamis, (29/12) diruang rapat BNN Kota Cimahi, di jln. Daeng M. Ardiwinata no 142,Kelurahan Cibabat,Kecamatan Cimahi Utara., Kota Cimahi, Jawa Barat
Lebih jauh ,Plt. Kepala BNN Kota Cimahi ini mengungkapkan Narkoba itu merupakan ancaman serius. Untuk itu, peran media dalam satuan kerja BNNK Cimahi menjadi sangat penting, biar masyarakat mengetahui apa yang sedang dan akan dilakukan Badan Narkotika Kota Cimahi.
“Bayangkan, dari 3 kecamatan dan 15 kelurahan dengan kapasitas penduduk yang sangat padat akan sangat memungkinkan ruang peredaran gelap narkoba terjadi, apabila kita tidak berusaha dan berupaya memagarinya., tukasnya sebelum memaparkan pencapaian pencapaian yang telah dilakukan selama tahun berjalan,” ungkapnya.
“Selama setahun berjalan, kami telah “all out” sebisa kami memberikan kontribusi lewat aksi aksi. Kegiatan seksi pemberantasan, diantaranya berhasil mengungkap laporan kasus Narkotika (LKN) satu kasus, dengan tersangka satu orang berinisial A, jumlah P21 satu kasus dengan jumlah barang bukti, 11,5 gram sabu(Brutto),” jelasnya lagi.
Ia menyebutkan, barang bukti non Narkotika, Satu (1) unit hedpone, satu(1) unit timbangan digital, satu(1) bungkus plastik klip bening, satu (1) buah kotak plastik berwarna hitam dan satu(1) dos kotak berwarna hitam. Dengan penyelidikan tindak pidana narkotika selama 3 kali yang berujung pada terungkapnya tindakan pidana Narkotika yaitu satu kasus.
Selanjutnya Anas menjelaskan, kegiatan seksi pencegahan yang meliputi; advokasi penguatan ketahanan keluarga anti narkoba berbasis sumber daya pembangunan dengan sasaran 5 kelurahan , kelurahan cibabat, Kelurahan Cigugur Tengah, Kelurahan Cipageran, Kelurahan Cibeber, dan Kelurahan Leuwigajah.Pendampingan program ketahanan keluarga anti narkoba kepada 10 keluarga sebanyak empat kali pertemuan.
“Pembentukkan remaja teman sebaya anti narkotika dengan melakukan dialog interaktif kepada 10 remaja. Dimana mereka diberikan pemahaman serta mengembangkan kemampuan yang aplikatif kepada remaja dalam menciptakan hubungan pertemanan yang adaptif dalam menolak penggunaan narkoba,” ungkapnya.
Disamping itu, ungkapnya, ada juga kegiatan pemberdayaan masyarakat, didalamnya terkandung strategi mewujudkan kota Cimahi menjadi kota tanggal ancaman Narkoba(Kotan) dalam upaya pengayaan orientasi visi pembangunan kota berkelanjutan dan berdaya saing pada tahun 2045. Yang meliputi pembinaan teknis bersama instansi vertikal dibawahnya BNNK Cimahi, untuk membangun sinergitas kelembagaan dalam melaksanakan program yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut ia menyatakan, kegiatan pemetaan,meliputi kawasan rawan narkoba, potensi kawasan narkoba, kelompok wawasan yang menjadi target P2M Pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat, yang ditujukkan kepada para pemangku kepentingan dari seluruh kelompok sasaran yang ada dikawasan rawan dan kawasan tidak rawan, dengan tujuan peningkatan kapasitas individu terhadap pemahaman dan pengetahuan P4GN serta Monitoring evaluasi; untuk mengetahui indeks kemandirian partisipatif(IKP) yang nantinya akan mendukung indeks KOTAN.
“Lingkungan pemerintah dengan IKP tertinggi skor 3.26.Lingkungan swasta dengan IKP tertinggi skor, 2.53.Lingkungan Pendidikan dengan IKP tertinggi skor 3.57 dan lingkungan masyarakat dengan IKP tertinggi 3.55,” ujar Anas sambil ingin membuktikan inovasi inovasi baru dalam kepemimpinannya itu.
Dikatakannya pula, kegiatan tes urine tahun 2022 telah dilaksanakan sebanyak 11 kali dengan jumlah peserta 909 orang.
Turut hadir mendampingi plt., Kepala Sub bagian umum, Ahmad Nukman Ginanjar, S. E., M. Ak, Sub Koordinator P2M, Lulyana Ramdhani, M. Tr. AP dan Sub Koordinator Rehabilitasi, Hera Herawati, SKM. (Sinto)







Discussion about this post