TANJABTIM, Updateku.com — Fenomena kedatangan burung migran asal kawasan Australia dan jalur migrasi Asia-Australasia kembali menjadi perhatian penggiat lingkungan di Provinsi Jambi. Berdasarkan hasil pengamatan Wahana Global Jambi (WaGJi), sejumlah burung pantai migran terlihat singgah di kawasan pesisir Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) sebagai bagian dari perjalanan panjang mencari sumber pakan dan lokasi istirahat.
Tim WaGJi menyebutkan, kawasan pantai berlumpur, hamparan mangrove, serta wilayah pesisir yang masih memiliki ekosistem alami menjadi faktor penting yang mendukung keberadaan burung-burung migran tersebut. Kehadiran satwa ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir Jambi memiliki peran strategis dalam jalur migrasi burung dunia.
“Dari hasil pengamatan kami, keberadaan burung migran menjadi indikator bahwa kawasan pesisir masih memiliki fungsi ekologis yang penting. Burung-burung ini tidak hanya datang untuk singgah, tetapi juga memanfaatkan kawasan pantai untuk mencari makan dan memulihkan energi sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar perwakilan WaGJi dalam kegiatan pengamatan lapangan.
Burung migran diketahui melakukan perjalanan ribuan kilometer mengikuti jalur terbang Asia Timur–Australasia (East Asian-Australasian Flyway/EAAF). Dalam perjalanan tersebut, kawasan pesisir timur Sumatera, termasuk wilayah Jambi, menjadi salah satu tempat persinggahan penting sebelum burung melanjutkan perjalanan menuju wilayah Australia maupun kembali ke kawasan asalnya.
Beberapa jenis burung pantai migran yang selama ini tercatat singgah di kawasan pesisir Jambi antara lain kelompok trinil, kedidi, dan gajahan. Sejumlah jenis bahkan memiliki status konservasi penting karena populasinya mengalami tekanan akibat perubahan habitat.
WaGJi menilai fenomena migrasi burung ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir. Ancaman seperti perubahan fungsi lahan, gangguan aktivitas manusia, serta kerusakan habitat dapat berdampak terhadap keberlangsungan perjalanan satwa migran tersebut.
Selain memiliki nilai konservasi, keberadaan burung migran juga berpotensi menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis alam. Pengamatan burung atau birdwatching dapat menjadi kegiatan edukatif yang memperkenalkan kekayaan hayati pesisir Jambi kepada masyarakat luas.
WaGJi mengajak berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat pesisir, hingga kelompok pemerhati lingkungan, untuk bersama-sama menjaga kawasan pantai agar tetap menjadi tempat aman bagi burung migran yang setiap tahun melintasi jalur antarnegara.
“Burung migran adalah penghubung antarwilayah dan antarnegara. Ketika mereka masih datang ke pesisir Jambi, itu menjadi tanda bahwa ekosistem kita masih memiliki nilai penting yang harus dijaga,” kata WaGJi.






Discussion about this post