UPDATEKU.COM | JAMBI – Gereja Katolik merayakan Hari Arwah tepatnya setiap tanggal 2 November, untuk mengenang dan mempersembahkan doa bagi semua orang beriman yang telah meninggal. Gereja merayakan peringatan ini tepat sesudah Hari Raya Semua Orang Kudus (1 November). Dengan mempersembahkan Kurban Ekaristi pada Hari Arwah, imam bersama umat mengharapkan agar semua orang beriman yang telah wafat disucikan dan dapat memandang Allah dalam kebahagiaan. Secara singkat, kita akan membahas latar belakang Gereja merayakan Hari Arwah.

Perayaan Ekaristi memperingati hari arwah atau peringatan semua orang yang telah meninggal dunia di Pemakaman Paal 13 Pondok Meja Muara Jambi dipimpin Romo Pius Pujowiyanto, SCJ selaku Romo Paroki Santa Theresia Jambi, serta didampingi oleh beberapa Romo dari Paroki Santa Gregorius Agung Jambi. Dalam misa Romo Pius Pujowiyanto, SCJ, mengajak semua umat Katolik untuk mendoakan semua arwah yang sudah mendahului kita
agar arwah yang telah meninggal mendapat tempat yang layak disisi Tuhan dan mendapatkan penghapusan hukuman atau siksa dosa sementara karena dosa-dosa yang telah mendapat ampunan serta menjadi Arwah orang beriman.

Romo juga mengajak kita semua agar tidak putus melakukan doa bagi semua arwah terkhusus para arwa semua orang beriman yang berada di api penyucian. Oleh sebab itu, mendoakan para arwah yang sudah meninggal merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap umat Allah yang masih berziarah di bumi
Orang Kristiani percaya bahwa hanya melalui Yesus, kematian tidak lagi mempunyai daya untuk menghilangkan kehidupan. Allah merupakan sumber hidup dan dalam kebangkitan Kristus, maut telah dikalahkan.

Untuk itu,Gereja Katolik sendiri meyakini sungguh, bahwa para arwah perlu didoakan terus-menerus agar para arwah yang masih menjalani “hukuman/siksaan” di api penyucian dapat segera dimurnikan sehingga layak dan pantas masuk dalam Kerajaan Surga yang abadi.
Dengan kekuatan doa, para arwah dapat dengan segera mengalami pemurnian sehingga dengan hati yang suci dan mulia dapat menatap Allah dalam kemuliaan surgawi.
Doa untuk jiwa-jiwa (para arwah) dalam api penyucian juga merupakan doa untuk orang yang pada saat kematian sebetulnya belum siap menghadap Tuhan.(red/*)







Discussion about this post