UPDATEKU.COM | KOTA JAMBI – Pada saat ini terjadi peningkatan inflasi yang sangat pesat, sehingga hal itu memberikan dampak yang luar biasa terhadap meningkatnya ekonomi yang ada di Kota Jambi, Pemerintahan Kota Jambi berupaya mengatasi hal tersebut salah satunya “Gerakan payo Menanam Cabai” yang dipusatkan di lahan Kelompok Tani Semoga Jaya RT 28 Kecamatan Paal Merah (26/9).
Pada acara yang dilaksanakan secara hybrid tersebut, Wali Kota Jambi Syarif Fasha secara simbolis serahkan berbagai program bantuan sosial dalam rangka pengendalian inflasi Kota Jambi, Wali Kota Jambi Syarif Fasha juga secara simbolis melakukan penanaman bibit cabai dilahan pertanian warga.
Acara tersebut turut dihadiri pula oleh jajaran Forkompimda Kota Jambi, Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Bulog, instansi vertikal lainnya, serta BUMD Kota Jambi, sedangkan Lurah, perwakilan petani, masyarakan penerima bantuan, turut mengikuti acara secara daring melalui fasilitas zoom meeting.
“Gerakan payo Menanam Cabai” tersebut dilaksanakan secara serentak diseluruh wilayah Kota Jambi dengan menyasar 10.000 keluarga penerima manfaat PKH di Kota Jambi yang mana setiap kepala keluarga akan menerima 3 batang pohon cabai dalam polybag dan 2 batang bawang merah dalam polybag.
Wali Kota Fasha turut pula berdialog secara virtual maupun secara langsung kepada masyarakat penerima manfaat, membahas berbagai aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Fasha menjelaskan bahwa langkah intervensi pasar terhadap komoditas cabe yang dilakukan oleh Pemkot Jambi dilakukan melalui pemberian bantuan sosial penggantian ongkos kirim dan biaya angkut kepada distributor cabe, guna mengatur tata niaga harga cabai dipasaran.
“Kami beri bantuan bantuan sosial sosial penggantian ongkos kirim dan biaya angkut menyasar kepada distributor cabe, setelah dihitung harga dasar, keuntungan dan biaya lainnnya. Kenapa, karena mereka yang mengatur ketersediaan pasokan dari daerah penghasil. Dengan adanya bantuan ini, kami pastikan harga cabe di daerah penghasil dan ditingkat pengecer akan sama. Jika masih ada yang tetap menjual dari harga yang dipatok, maka Satgas Pangan yang terdiri dari Polri, TNI, Kejaksaan dan Pemkot akan turun tangan,” ujar Fasha.
Lebih lanjut Fasha ungkapkan bahwa bantuan sosial lainnya juga menyasar kepada masyarakat tidak mampu dan rentan kemiskinan yang datanya bersumber dari verifikasi Dinas Sosial Kota Jambi bersama Kecamatan se-Kota Jambi (Masyarakat Non BPNT dan PKH). Untuk bantuan sosial operasional angkutan umum berupa bantuan BBM Pertalite bagi 100 unit angkot Kota Jambi selama 3 bulan. Sedangkan untuk bantuan produksi menyasar bagi 200 UMKM Kota Jambi.`
Fasha pun menyampaikan Pemkot Jambi juga telah melakukan operasi pasar bersama TPID dan BULOG untuk beberapa komoditi yang tersedia di Gudang BULOG. Pemkot Jambi juga telah melaksanakan strategi penjualan kebutuhan pokok (produk Bulog Jambi) melalui Toko TPID Kota Jambi yang berada di Pasar Talang Banjar. Gerakan payo Menanam Cabai merupakan upaya Pemkot Jambi dalam menggalakkan gerakan urban farming di Kota Jambi. Diharapkan melalui gerakan ini, tercipta kemandirian pangan, terutama terhadap komoditas pangan yang selama ini menyumbang inflasi di Kota Jambi. (red/*)







Discussion about this post