Jambi.Updateku.com – Tepatnya hari Selasa 22/3/2022 Farti Suandri turun, melihat emak-emak pengupas bawang.
Farti Suandri menyambangi puluhan emak-emak di Kota Jambi mengupas bawang untuk membantu perekonomian keluarga.
Baca Juga : Pasar Beduk Hadir Kembali di Kota Jambi Selamat Bulan Puasa 2022
Di salah satu sudut bagunan di Kota Jambi inilah Farti Suandri mendatangi tempat yang menjadi puluhan orang menggantungkan hidup mereka, tak terkecuali kumpulan emak-emak yang bekerja mengupas bawang.
“Saya berterimakasih kepada emak-emak semua disini, saya bangga dengan perjuangannya dalam membantu ekonomi keluarga,tetap semangat”ujar Farti

Baca Juga : Al Haris Mengajak Komponen Masyarakat Bersama FKDM dan FKPT Wujudkan Kondisi Aman dan Kondusif
Farti Suandri pun menghibur agar semangat emak-emak tetap kuat dengan ngobrol bersama tetantang berbagai hal, terkadang Farti Suandri pun ikut bergabung mengupas bawang bersama sambil tertawa, emak-emak pun ikut gembira.
Selanjutnya Farti Suandri mendengarkan cerita salah satu ibu pengupas bawang.
Baca Juga : Nama Bupati Muaro Jambi Masnah Busro Berulang Kali Disebut Oleh KPK
Sitiah merupakan satu dari puluhan emak-emak pengupas bawang , tangannya dengan cekatan mengupas bawang satu per satu sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.
“Lumayan duitnya,syukuri be kepada gusti Allah, daripada bengong di rumah,” ujar sitiah sambil tetap mengupas bawang.
Perempuan asal Jawa Tengah, sudah lama menekuni pekerjaan sebagai pengupas bawang guna membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari karena suaminya sudah meninggal.
Baca Juga : Banyaknya Warga Masyarakat Yang Mendoakan Farti Suandri Selalu Sehat Dan Sukses
Tampak emak-emak yang lain cekatan dalam mengupas bawang. Dengan kerjanya yang cekatan itu, dalam sehari tidak tentu saya dapat uang 1 karungnya kami dibayar Rp. 7.000.
“Saya sehari paling 25 kg. Kalau yang telat rada kurang sedikit, bisa 17 kg, 15 kg,” ujar sitiah tentu saja tak langsung cekatan ketika pertama kali bekerja mengupas bawang. sitiah bisa begitu lihai mengupas bawang karena sudah melakoni pekerjaan itu sudah sangat lama. Sitiah juga mengaku, tak jarang tangannya terluka akibat cutter yang ia gunakan sebagai pengupas bawang.
Baca Juga : Resmikan Masjid Tanjung Nangko, Abdullah Sani Ingin Nilai Persatuan Disebar
Rasa perih akibat tangan terluka dan mata yang tak kuat menahan efek dari bawang sudah biasa dirasakannya. Ia harus menahan rasa perih itu untuk tetap bertahan hidup. “Kalau luka sudah biasa, wajarlah, kami pegangannya pisau tajam, ya itu sudah
lewatin be, perih-perih kami jalani be, namanya kami cari uang, sudah biasa kalau kami kena pisau,” ungkap Sitiah.
Baca Juga : Lokasi Yang Kurang Ideal, Taman Rimba Akan Dipindahkan
Sejak kami menerima kalender yang Bapak bagikan tahun lalu kami bahagia dan senang karena ada wajah baru untuk memimpin kota jambi, Bapak sosok yang kami harapkan,kami sudah lama ingin bertemu Bapak, ingin bercerita dari hati ke hati. Akhirnya Bapak datang bergabung seperti kami, kami sudah sangat senang, jelas emak-emak pengupas bawang
Kami doakan Bapak dan keluarga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan,terakhir ada suara yang sangat keras “Bapak jangan lupain kami ya……bapak”. Farti pun menjawab “saya akan sering datang ke tempat ini”, semua teriak dan teapuk tangan.
Baca Juga : Marc Marquez Ungkap Penyebab Terjatuh di Latihan Bebas 2 MotoGP Mandalika 2022
(red).







Discussion about this post