JAMBI, Updateku.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi berencana segera mendirikan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) khusus lansia untuk mendekatkan pelayanan kepada warga lanjut usia terlantar mengingat setiap tahun angkanya selalu mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi Yunita Indrawati di Jambi, Senin, mengatakan hingga kini Kota Jambi belum memiliki Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) khusus lansia. Meskipun, jumlah lansia terlantar di kota itu terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut dia, lebih dari seratus orang lanjut usia di wilayah setempat masih terlantar sehingga memerlukan perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
Dinsos Kota Jambi mencatat sebanyak 84 lansia terlantar telah dijangkau pada tahun 2024. Sementara hingga Agustus 2025, jumlah tersebut sudah mencapai 43 orang lansia.
Pemerintah setempat melakukan tindakan cepat di lapangan setiap kali ditemukan lansia terlantar. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
Tindakan lain yang dilakukan, seperti memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan jika masih memiliki tempat tinggal dan berkoordinasi dengan Rukun Tetangga (RT) dan masyarakat sekitar untuk membantu secara gotong royong jika masih memiliki tempat tinggal, serta lansia sementara ditampung di shelter kota Jambi jika panti sosial milik provinsi penuh.
Saat ini, menurut Yusnita, panti lansia milik provinsi menjadi satu-satunya tempat rujukan yang tersedia. Hanya saja daya tampung yang tersedia di panti itu sangat terbatas.
Tindakan lain yang dilakukan untuk meminimalisir angka lansia terlantar, Pemkot Jambi berupaya memulangkan mereka ke daerah asal melalui penelusuran jejak keluarga.
Dalam beberapa kasus, proses itu memakan waktu lama, hingga ada yang meninggal dunia di penampungan (selter) sementara karena tidak diterima kembali oleh keluarga.
Selama ini, ia menilai persoalan lansia terlantar bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal minim nilai kekeluargaan.
“Ini menjadi tantangan sosial tersendiri karena pada kenyataannya, beberapa lansia memiliki anak, namun respon dan kepedulian dari pihak keluarga sangat minim. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan nilai kekeluargaan dan kepedulian terhadap orang tua di tengah masyarakat,” jelas Yusnita.







Discussion about this post